JANGANLAH MEMARAHI DIRIMU SENDIRI SEPERTI ITU

26 Mei 2010 jam 3:19

Sahabat Indonesia yang super, yang sedang menjadikan dirinya setia kepada rencana-rencana kebesaran hidupnya. Adik-adik dan anak-anak saya yang keberhasilan masa depannya menjadi doa dan harapan para orang tua. Mudah-mudahan sapa saya di Rabu pagi yang penuh kemungkinan ini, menemui Anda dalam keadaan sehat dan damai, dan sedang terlibat dalam pekerjaan yang memperkuat kehidupannya. Hari ini adalah hari istirahat saya, setelah seminar tour dari Semarang, Aceh, dan Jogjakarta kemarin. It is wonderful to be home! Seorang rekan yang muda bertanya, apakah saya tidak capai? Dan ini jawaban standard saya untuk pertanyaan seperti itu, yang ternyata memang lebih sering saya terima dari anak muda. When you are 54, you are 54! Bagaimana pun sehat-nya saya, dan sebaik apa pun Ibu Linna menjaga kesehatan saya, … saya tetap 54 tahun. Memang saya pekerja keras, mungkin bisa saja dua kali lebih keras dari kebanyakan anak muda yang separuh umur saya, tetapi saya harus ikhlas menerima bahwa badan yang sudah tidak muda lagi ini – memerlukan istirahat yang baik dan suasana hati yang mendamaikan. Itu sebabnya kita semua bekerja keras, agar kita menjadi pribadi tua yang mampu membiayai kehidupan yang baik. Jangan sampai kita bersantai-ria dan bermalas-malasan saat muda, dan kemudian harus menerima sangsi dari hukum kehidupan yang sangat tegas itu, dan dipaksa bekerja keras di masa tua, saat kita seharusnya hidup dalam kemampuan untuk membiayai kehidupan yang damai dan bernilai. Adik-adik dan anak-anak saya yang sangat saya kasihi, Ingatlah kepastian ini ya? Dia yang malas belajar dan bekerja keras saat muda, akan diharuskan bekerja keras saat tua. Dia yang rajin menghindari pekerjaan dan tanggung-jawab di masa muda, harus rajin meminta-minta di masa tua. Jika seseorang sudah berusia lebih dari lima puluh tahun, tetapi hidupnya belum damai dan kuat, itu berarti ada yang kurang tepat dalam kehidupannya sebelum usia lima puluh tahun. Sahabat saya yang baik hatinya, Saya lampirkan dalam Super Note saya ini sebuah Golden Moment yang fotonya saya ambil dari pesawat, sebelum mendarat di Jakarta kemarin sore. Jika kita benar-benar ikhlas sadar dan berada dalam ruang dan waktu, kita akan memasuki kesadaran yang haru mengenai kebesaran Tuhan dan kecilnya diri ini, dan betapa maha besar dan penuh kasih – Tuhan yang memastikan bahwa kita selalu mendapatkan perlindungan dan tuntunan untuk mencapai kehidupan yang sejahtera dan penuh kebahagiaan. Please kindly enjoy, absorb, and aplly. ……….. Mario Teguh Golden Moment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s