BERANI TAPI BANYAK SYARAT

Sahabat saya yang hatinya tegas,
yang tidak mungkin menyerahkan kehidupannya untuk dikuasai oleh kekhawatiran.

Hidup kita terlalu penting untuk digunakan menua dalam kekhawatiran.

Dan kita juga menyadari bahwa kita tidak mungkin merasa pantas bagi kehidupan yang kuat, jika kita lebih patuh kepada rasa takut gagal – daripada kepada ketertarikan untuk berhasil.

Dia yang menganalisa rencana-rencananya dengan hati yang takut gagal, akan cenderung tidak bertindak. Bahkan, jika tindakan itu adalah satu-satunya syarat bagi diturunkannya rezeki pengubah hidup dari langit.

Tetapi, dia yang memeriksa rencana-rencananya dengan hati yang berani, yang berharapan baik, akan cenderung bertindak. Bahkan, jika tindakan itu sudah ditetapkan oleh para peramal sebagai yang pasti gagal.

Sahabat saya yang hatinya baik,
adik-adik dan anak-anak saya yang terkasih,

mohon Anda pertimbangkan usulan saya berikut ini;

Bersikap dan berlakulah lebih berani.

Karena, berani adalah merasakan ketakutan yang sama dengan orang lain, tetapi tetap bertindak.

Karena, kita tidak mungkin menemukan tambang berlian di tengah hutan jika kita hanya bersedia berjalan di jalan-jalan setapak yang jelas tanda-tandanya yang menunjuk ke jalan pulang.

Karena, kita tidak mungkin memimpin pelayaran yang akan menemukan pulau-pulau baru, jika kita tidak bersedia kehilangan pandangan dari pantai pulau kediaman kita; yang dalam ilmu navigasi, pelayaran seperti itu disebut ‘MLIPIR’.

Lalu, jika itu semua jelas dan logis, mengapakah masih ada di antara kita yang masih merasa khawatir dan bahkan takut untuk melakukan yang sudah jelas baginya untuk dilakukan?

Karena, berani adalah melakukan sesuatu dengan kemungkinan gagal yang lebih besar.

Karena, berani adalah melakukan yang justru kita takuti.

Karena, melakukan yang aman, melakukan yang lebih terjamin, melakukan yang mudah, melakukan yang sudah pernah, dan melakukan yang sudah bisa dan biasa – tidak dapat disebut sebagai berani. Itu semua – wajar, dan sangat wajar bagi yang mau-nya hanya yang aman.

Sahabat saya yang tegas hatinya,

Tanpa kita sadari, kita sering mengajukan banyak syarat – entah kepada siapa; agar yang kita lakukan aman, agar tidak ada resiko gagal, agar pasti berhasil, agar mudah pelaksanaannya, dan agar tidak meletihkan.

Sesungguhnya, kita sering menetapkan syarat kepada upaya yang disyaratkan oleh Tuhan sebagai pengubah nasib kita.

Saya mohon Anda mencermati yang ini:

Upaya adalah pengubah nasib. Upaya adalah syarat yang ditetapkan oleh Tuhan sebelum Dia memasukkan kita kedalam kehidupan yang lebih baik.

Tetapi, kita ‘menjawab’ Tuhan dengan menetapkan syarat kita sendiri – yang bahkan lebih banyak dan rinci, sebelum kita bersedia berupaya.

Lucu ya? Upaya adalah syarat yang ditetapkan oleh Tuhan, jika kita berharap agar doa dan permintaan kita dipenuhi oleh Tuhan. Tetapi, eh! … kita ‘membalas’ dengan seolah-oleh mengharuskan Tuhan memenuhi syarat-syarat kita, sebelum kita bersedia bertindak.

Maka marilah kita berlaku lebih ikhlas dalam keimanan kita kepada Tuhan.

Jika kita berani, kita tidak akan sibuk merincikan syarat-syarat yang sebetulnya adalah rincian dari rasa takut kita.

Jika kita berani, kita akan mencukupkan Tuhan sebagai sebaik-baiknya penghitung bagi ketulusan kita dalam bekerja bagi kebaikan diri dan kebaikan mereka yang kita layani.

Jika kita berani, kita bertindak yang membaikkan kehidupan.

Karena,

Jika kita ber-Tuhan, kita berani.

Dan karena,

Keberanian adalah penunjuk tingkat iman.

………..

Sahabat saya yang harus memangku peran yang besar bagi pembaruan kehidupan diri dan bangsanya,

Begitu dulu ya?

Jika hati Anda bergetar, itu karena hati Anda benar dan sedang merindukan kebebasan untuk Anda libatkan dalam kehidupan yang lebih berani.

Jika mata Anda berlapis air yang berasal dari sumber kebaikan di hati Anda, itu karena jiwa Anda mengenali haknya bagi kemuliaan hidup yang sudah ditetapkan bersama kelahiran Anda.

Maka, marilah kita mengikhlaskan diri ini untuk menjadi pribadi yang bebas dalam keberserahan kepada Tuhan Yang Maha Perkasa dan Yang Maha Merahmati.

Mudah-mudahan kita bisa berjumpa dalam masa depan yang tak jauh, untuk duduk-duduk santai menghadap satu sama lain, menyediakan wajah dan hati yang ramah bagi satu sama lain, saling menikmati cerita-cerita indah dalam kehidupan masing-masing, dan menyampaikan terima kasih kepada Tuhan atas persaudaraan dan persahabatan yang tulus yang telah digunakan-Nya sebagai silaturahmi yang membahagiakan.

Mudah-mudahan dalam akhir minggu yang cantik ini, Tuhan membukakan pintu-pintu keikhlasan di hati kita, agar kita menjadi jiwa-jiwa yang keberaniannya sebesar keindahan kehidupan yang diimpikannya.

Keberanian adalah kekuatan yang menyampaikan.

Maka, …

Ke mana pun kita ingin sampai, keberanian-lah yang akan menyampaikan kita.

Mohon disampaikan salam sayang dari Ibu Linna dan saya, untuk keluarga Anda terkasih.

Loving you all as always,

Mario Teguh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s