MOTIVASI

Mario Teguh Super Note
MENJADI HEBAT KARENA DISIKSA KONTRADIKSI DALAM DIRI

Setiap pribadi yang berhasil dengan cemerlang dalam kehidupan ini adalah pribadi yang tersiksa dengan kontradiksi yang akut di dalam dirinya,
tetapi yang menggunakan tenaga dari kegelisahan dan kemarahannya untuk menjadikan dirinya pribadi yang dikhususkan,
karena dia belajar dan bekerja lebih giat,
menjadikan dirinya lebih mampu, lebih tabah, dan lebih rendah hati,
dan berfokus untuk menjadi pribadi yang bernilai bagi kebaikan sesama.

Sahabat saya yang super,

Mohon Anda perhatikan dengan sangat seksama,

Apakah ada pribadi yang biasa-biasa saja, yang mencapai hal-hal yang luar biasa?

Apakah ada pribadi yang sangat penurut, yang menjadi inovator dan penemu yang cemerlang?

Apakah ada pribadi yang penakut, yang menjadi pemimpin yang gagah dan dimuliakan?

Apakah ada pribadi yang penunda, yang kesejahteraannya tidak juga tertunda?

Apakah ada pribadi yang pemalas, yang harapannya dilayani dengan rajin oleh kehidupan ini?

Jawabannya adalah:
tidak ada, nggak mungkin deh, ora ono, lan opo tumon?

Karena,

Jika seseorang ingin mencapai kehidupan yang damai, yang sejahtera, dan yang dikhususkan karena nilainya bagi sesama, dia boleh TETAP menggunakan sifat dasarnya yang TADINYA hanya melemahkan, tetapi sekarang menggunakannya dengan ARAH YANG NAIK.

Seperti,

Dia masih boleh menjadi pribadi yang biasa-biasa saja, asal yang dilakukannya tidak biasa baiknya.

Dia masih boleh menjadi pribadi yang penurut, asal yang dilakukannya menuruti harapan dan impian-impian besarnya, dan menuruti yang menjadikannya rajin dan menghasilkan yang baik.

Dia masih boleh menjadi pribadi yang penakut, asal dia LEBIH takut menjadi orang yang miskin dan lemah masa tuanya, dan terpaksa berani melakukan yang penting bagi diri dan hidupnya.

Dia masih boleh menjadi pribadi yang penunda, asal dia menggunakan keahliannya dalam ilmu menunda – untuk menunda yang tidak penting baginya, dan mendahulukan yang menjadikannya lebih mampu.

Dia masih boleh menjadi pribadi yang malas, asal dia menggunakan kehebatan dari kemalasannya untuk malas bergaul dengan orang-orang yang semakin menjauhkannya dari kebaikan, malas dikerdilkan oleh kesenangan sesaat dan sementara, malas bertengkar, malas membincangkan aib orang lain, dan malas mengatakan ‘males ah …’

………..

Sahabat saya yang baik hatinya,

Seorang sahabat muda pernah bertanya kepada saya,

Apakah Pak Mario tidak pernah merasa malas dalam bekerja melayani banyak orang seperti ini, yang suka rela, tidak dibayar, dan tidak jelas akan dapat apa?

Kira-kira apa jawaban saya?

Adik-adik dan anak-anak saya yang sangat saya sayangi, jawabannya adalah ‘selalu.’

Saya selalu dibuat merasa malas untuk melakukan yang baik bagi orang lain dan yang akhirnya baik bagi diri saya.

Apakah Anda memperhatikan bahwa dalam kalimat jawaban saya di atas, saya menggunakan kata ‘dibuat’?

Ya, saya sangat menyayangi Pak Mario, sehingga saya membantunya merasa hormat dengan dirinya sendiri dengan menggunakan kata-kata ‘dibuat merasa malas.’ Pak Mario aslinya rajin, tetapi dibuat malas oleh ‘sisi kegelapan’ agar Pak Mario gagal menjadi pribadi yang baik, yang bernilai bagi sesama.

Konsep yang sama berlaku untuk adik-adik dan anak-anak saya yang hatinya baik,

Kalian adalah orang-orang hebat, yang direncanakan oleh Tuhan untuk menjadi penegak kebaikan dan pembesar kehidupan.

Tetapi,
ada kekuatan dari sisi-sisi yang gelap, yang tidak suka melihat kalian berhasil, dan bahkan dulu sudah bersumpah untuk menjadikan cucu-cucu Adam sebagai penghuni neraka bersamanya. Kekuatan yang buruk itu berupaya untuk menggagalkan rencana keberhasilan kalian.

Itu sebabnya kalian dibuat merasa malas, lalu dibuat merasa bahwa kemalasan itu asli sifat kalian, lalu kalian dibuat merasa minder karena kelemahan yang dihasilkan oleh kemalasan itu, lalu kalian dibuat membenci kehidupan yang sepertinya mengharuskan kalian bekerja keras, dan yang lebih menyiksa lagi – kalian dibuat merasa bahwa apa pun yang kalian kerjakan tidak akan menghasilkan apa pun.

Maka berhati-hatilah.

Kata ‘hati-hati’ itu terdiri dari dua ‘hati’, yang mungkin berarti kita diharuskan menggunakan dua kali kekuatan hati kita untuk menyadari adanya tipu muslihat yang digunakan oleh sisi kegelapan untuk memperdaya kita, dan menjadikan kita jiwa-jiwa mulia yang tersiksa oleh pengerdilan hidup yang kita lakukan sendiri.

Sisi kegelapan ini telah hidup jutaan tahun, dan telah sangat berpengalaman dalam semua pernak-pernik strategi dan teknik memperdaya anak manusia. Mereka bahkan telah merekrut banyak manusia lain sebagai perayu dan pemerdaya yang memperosokkan jiwa-jiwa yang direncanakan menjadi orang-orang besar yang dikhususkan karena perannya bagi kebaikan sesama.

Adik-adik dan anak-anakku yang hatinya baik,

Apakah kalian punya teman yang malas dan suka merusak kesehatannya sendiri, yang mengajak kalian untuk mengabaikan yang penting, dan membuat kalian merasa tidak ‘in’, merasa kuno dan udik – jika tidak menurutinya?

Nah ! … dia itu adalah jiwa baik yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang digunakan oleh sisi kegelapan, untuk menggagalkan rencana kebesaran kehidupan kalian.

Kasihanilah dia, berkasih sayanglah, tetapi segeralah menghindar dari pergaulan seperti itu. Karena sebetulnya, teman kalian itu juga sedang tersiksa hatinya, dan sebetulnya ingin melepaskan diri dari sikap yang melemahkan kehidupannya sendiri. Akan datang kepadanya penjelas dan pembawa berita gembira, yang mudah-mudahan didengarnya.

Berlakulah penuh kasih dan hormat kepada saudara-saudara kita yang sedang tidak sadar digunakan untuk merusak kehidupan mereka sendiri dan kehidupan sebanyak mungkin orang lain.

Mereka bisa saja mengambil peran sebagai pemalas yang berpengaruh; orang-orang yang melakukan hal-hal yang merusak kesehatan dan nama baik, tapi kelihatan keren dan gaul; dan orang-orang yang tidak jujur tetapi yang pangkat dan kedudukannya tinggi.

Ingatlah, bahwa

Sebagian dari kita adalah cobaan bagi yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s