Regulator Gas LPG 3 Kg Belum ditarik

Bandung-Penarikan regulator gas elpiji ukuran 3 kg yang telah berlaku di Jakarta tampaknya belum berlaku di Bandung. Masih banyak dijumpai warung-warung pinggir jalan yang masih memakai gas elpiji yang dibagikan oleh pemerintah beserta regulator dan selangnya. Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan salah satu pegawai Pertamina cabang Bandung, Pak Dadang. Beliau menuturkan bahwa sejauh ini penarikan regulator gas elpiji masih berupa wacana.”Kami belum mendapatkan perintah dari atasan (pusat), jadi tinggal menunggu saja”ujarnya. Hal ini belum dilakukan mengingat kasus kebocoran gas yang terjadi akhir-akhir ini masih termasuk kasus langka di Bandung.

Asep(45), pemilik salah satu warung di pinggir jalan ini mengaku bahwa dia sempat melihat di stasiun TV mengenai kasus kebocoran gas elpiji subsidi pemerintah, namun itu tidak membuatnya takut dan beralih pada minyak tanah.”Intinya kita konsumen harus teliti dan kritis tentang gas ini. Harus sering dicek dan kalau mencium bau yang aneh lebih baik menjauh”ujarnya. Asep juga menambahkan bahwa konsumen seperti dirinya harus peka terhadap hal yang berhubungan dengan gas elpiji ini. Bagi yang masih awam, hendaknya menanyakan cara penggunaannya secara detail dan jelas kepada pihak penjual.

Pihak distributor Gas elpiji 3kg yang ditemui Bandung Ekspres di kiosnya yang terletak jalan Emong diwakili oleh Ibu Hesti (29), selama menjadi distributor gas elpiji 3kg ini, pihaknya selalu mensosialisasikan cara penggunaan gas elpiji beserta regulatornya.”terutama bagi yang masih awam,biasanya kami selalu memberikan petunjuk bagaimana penggunaan gas tersebut”ujar wanita berjilbab ini. Hesti menambahkan, semenjak kejadian kebocoran gas yang terjadi,dari pihak pertamina sendiri telah mengeluarkan surat edaran berisi tata cara penggunaan elpiji dengan aman. Selain itu juga dilampirkan nomor kontak yang bisa dihubungi apabila terjadi masalah dengan elpijijnya.

Menanggapi mengenai kebocoran gas elpiji 3kg yang merupakan subsidi pemerintah, Yogi Yogaswara selaku Ketua bagian umum PT. Limas Raga Inti yang menjual tabung gas 12kg keatas, menuturkan kekecewaannya dengan sikap pemerintah. Beliau berujar bahwa pemerintah dalam memberikan subsidi atau bantuan ke masyarakat kecil kurang maksimal.”Kalau ingin memberikan bantuan berikanlah yang terbaik dan tidak membahayakan keselamatan warga”ujarnya. Hal ini wajar saja mengingat regulator dan selang yang diberikan pemerintah jauh dari kulaitas bagus. “selang tabung gas sangat tipis yang rentan membuat gas nya bocor”tambahnya. Beliau juga menambahkan bahwa pemerintah juga harus makin gencar mensosialisasikan tata cara penggunaan tabung gas elpiji. Baginya iklan saja tidak cukup karena tidak semua masyarakat dapat mencernanya terutama yang masih awam.(oki/Fahrul/job training)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s