Pasca Kebakaran di jl.Bima

Suasana perumahan di jalan Bima pagi itu terkesan sama seperti suasana pagi di perumahan lainnya disekitarnya. Namun setelah menyusuri lebih dalam lagi tampak sebuah pagar pembatas jalan yang menandakan kendaraan bermotor dilarang memasuki kawasan itu. Tepat Kamis (24/06) pada pukul 03.15 dini hari kemarin terjadi kebakaran yang meluluhlantakkan lebih dari seratus rumah warga yang sebagian merupakan kalangan menengah kebawah. Tampak puing puing bangunan rumah yang sebagian hancur dan sisa kayu yang hangus terbakar. Tak tampak sedikitpun barang-barang berharga warga yang tersisa. “Cuma yang saya pakai ini lah harta saya yang tersisa”ungkap Ahmad (32), salah satu korban kebakaran. Ia menceritakan kronologis peristiwa yang sama sekali tak pernah ia bayangkan terjadi. Sekitar pukul 22.00 Ahmad yang bekerja sebagai decorator bunga ini tidur. Namun pada pukul 03.00 dini hari ia terbangun dan tidak bisa tidur lagi. Sesaat kemudian dia mendengar teriakan salah seorang warga yang meneriaki kebakaran. Setelah itu dia langsung naik ke lantai atas rumahnya. Ternyata api sudah masuk ke rumahnya itu. Dia langsung mengambil seember air dan berusaha memadamkannya, namun usahanya itu sia-sia. Api semakin membesar dan telah menjalar ke bagian rumahnya yang lain. Sambil mempobong adiknya yang baru sembuh dari kecelakaan, dia berusaha keluar dari rumahnya. “Orangtua saya suruh keluar dulu sementara saya membopong adik saya yg sakit”ujarnya dengan serius. Barang-barang berharga seperti uang, surat-suarat penting, baju dan lainnya tidak berhasil ia selamatkan.

Tak beda jauh yang dialami oleh Ahmad, Reza(19),yang saat kejadian ia beserta keluarganya sedang tertidur pulas. Dia mengetahui kebakaran tersebut dari pamannya yang kebetulan sedang menonton acara piala dunia.”saya dibangunin dan langsung disuruh menyelamatkan barang-barang,tapi cuma sepeda motor yang bisa saya selamatkan”ujarnya.

Sementara itu kondisi berbeda dialami oleh Adang Jaelani (43), salah seorang korban luka. Dia mengalami luka memar di kaki kanannya sehingga membuat jalannya pincang. pasalnya saat kejadian itu dia berusaha menyelamatkan barang-barang dan saudarnya yang terjebak dalam kobaran api. sehingga ketika dia ingin keluar dari rumahnya ternyata api sudah semakin membesar dan meluas. ia tidak dapat keluar melalui tangga, sehingga meloncat dari lantai dua rumahnya. akibatnya kaki kanannya mengalami luka memar. “ saya nekat melompat karena saya sudah terjebak” ujarnya dengan wajah sedih.

Warga mengaku kebakaran ini telah menghanguskan lebih dari seratus rumah warga yang dihuni sedikitnya 210 kepala keluarga. sebagian besar barang berharga mereka hangus di lalap si jago merah. sementara ini kebakaran di duga karena terjadi konsleting listrik pada salah satu rumah warga, dikarenakan banyak bangunan yang terbuat dari bahan mudah terbakar menyebabkan api dengan mudah menjalar kerumah warga yang lain. pemadam kebakaran yang dating ke lokasi kesulitan memadamkan api, dikarenakan jarak rumah warga yang dilalui oleh gang-gang kecil sehingga sulit memasuki lokasi.  namun demikian warga sangat bersyukur dengan kedatangan petugas pemadam kebakaran, walaupun dengan sulit mereka tetap sigap memadamkan api.

saat ini tinggallah puing-puing reruntuhan bangunan yang tersisa. warga sangat bersedih. tiga hari sudah musibah tersebut terjadi,tetapi bantuan belum banyak yang datang. Saat ini sebagian warga hanya tidur di pinggir jalan beralaskan tikar seadanya di depan puing-puing rumah mereka, sebagian lagi ada yang mengungsi ke sekolah, dan ada juga yang menumpang dirumah saudaranya. mereka sangat mengharapkan bantuan dari semua pihak, seperti bahan-bahan logistic seperti selimut, bantal, pakaian, makanan dan bahan bangunan.

Warga sangat berharap bantuan dari pemerintah setempat dan semua donatur. mereka mengaku saat ini bantuan hanya baru datang dari PKS, PMI, dan beberapa donatur pribadi yang ikut bersimpati .mereka sangat berterimakasih kepada PKS yang ikut memberikan bantuan berupa selimut,bantal, dan pakaian. mereka juga beterimakasih kepada salah seorang danatur yang tidak mau disebutkan namanya.” sementara ini hanya itu aja bantuan yang ada” ujar sofyan (40) salah seorang warga yang rumahnya ikut terbakar. Hal serupa juga diungkapakan oleh Ahmad dan Reza yang berharap segera dikucurkan dana untuk membangun rumah mereka.”Ya,kami sih berharap bantuan berupa uang karena itu lebih berguna untuk keperluan yang mendesak”ujar.(oki/farul/job training)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s