Mengais Rezeki di Pasar Loak


Beribu cara orang mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Salah satunya dengan berjualan di pasar loak . Pasar loak adalah pasar yang menjual barang-barang jenis apapun yang sudah bekas dan tapi masih bisa dimanfaatkan. Di zaman saat sekarang ,pasar ini memang jarang ditemui, tapi bukan berarti tidak ada lagi. Salah satunya adalah di sudut alun-alun pasar Ujung Berung. Disana kita akan temui sejumlah pedagang yang menjual berbagai barang bekas alias narang loak. Pasar ini beroperasi dari jam tujuh pagi hingga jam dua siang. Pasar loak di ujung berung ini salah satu pasar loak yang cukup murah dibandingkan dengan tempat lain.

Biasanya para pedagang mendapatkan barang dagangannya dengan cara membeli barang-barang ronsokan yang masih bagus dari para pemulung barang rongsok. Sebagian lagi ada juga yang sengaja belanja di tempat agen barang sekend di daerah Luwi Panjang. Barang-barang bekas inilah yang nantinya di bersihkan dan di jual kembali di pasar loak ini dengan harga murah.

Dede (56 ), salah seorang penjual barang bangunan bekas di daerah itu mengaku sudah menggeluti usahanya ini selama kurang lebih setahun. “ saya hampir setahun sudah berjualan disini” ungkapnya. Lelaki asli  Bandung ini juga menambahkan alasannya berjualan barang bekas di pasar loak tersebut, karena dia tidak mempunyai pekerjaan lain. Selain itu terkadang ia  juga menjadi pekerja serabutan sebagai kuli bangunan. ketika  job di kuli bangunan sepi, dia mengisi waktunya dengan berjualan di pasar loak tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah dapurnya.

Lelaki paruh baya ini juga mengeluhkan sepinya pembeli di hari-hari biasa. Bahkan terkadang ia sehari tidak mendapatkan untung se-rupiah-pun,  kalau lagi ramai pembeli Alhamdulillah lah kadang dapat tiga puluh ribu sampai empat puluh ribu, tapi kalau lagi sepi, nggak dapat sama sekali” tambahnya dengan nada rendah.

Untuk memenuhi kebutuhannya dalam kondisi seperti itu, dia terpaksa meminjam uang kepada rentenir . “daripada keluarga tidak makan…” katanya. Walaupun bagaimanapun ia tetap harus berjualan. Dia mengaku mau bekerja apa saja yang penting halal. Baginya yang penting dia bisa menafakahi seluruh anggota keluarga.

Dia juga berharap kepada pemerintah mau memperhatikan rakyat seperti mereka dengan memberikan lapang pekerjaan kepada orang-orang seperti mereka. Mereka juga sangat berharap pemerintah merealisasikan program seribu lapang pekerjaan yang dijanjikan ketika kampanye pemilu dahulu. Mereka tidak butuh apa-apa, mereka hanya butuh pekerjaan untuk menafakahi orang-orang yang mereka cintai. (Oki,Fahrul/jobtraining)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s