Jilbab : Diskusi Dengan Anak

Seorang mama yang sedang asik didepan computer mengetik pekerjaannya ditemani oleh seorang anaknya yang bermain diatas tempat tidur. Sang anak kemudian kemudian berceloteh, “Mama..ade pingin main game di computer gitu lho..”dengan gaya bercanda dan sambil tiduran diatas tempat tidurnya.

“Enggak boleh gitu lho..soalnya mama lagi ngetik gitu lho..”jawab mama santai sambil mengetik.

“Tapi..ade pingin main gitu lho..?” sahutnya lagi.

“Tidak boleh gitu lho…soalnya dari kemarin kamu main terus gitu lho…entar mata ade sakit gitu lho…” jawab mama yang masih ikutan bercanda.

“Ade ngantuk gitu lho…ade pingin tidur sama mama gitu lho… mama harus temenin ade tidur gitu lho…” si anak yang masih berusaha ingin menghentikan pekerjaan mamanya.

“Kalau ngantuk tinggal merem gitu lho.. ade enggak pinjam mata mama gitu lho.. mama temenin ade sambil ngetik gitu lho..” jawab mama yang masih mengetik sambil tersenyum-senyum.

“Enggak mau gitu lho..mama harus ikutan tidur sama ade gitu lho..” celoteh anak yang sambil merangkul mamanya dari belakang dan menjatuhkan mamanya ke tempat tidur dan sang mama akhirnya memeluk anaknya sambil tertawa-tawa bersama.

“Mama sayang…kalau mama mau pergi ke luar rumah..enggak usah pake jilbab lagi ya? Mama enggak usah takut sama orang dan mama enggak usah malu sama orang.. kan mama cantik..? Kenapa mama malu dilihat orang” celoteh anaknya yang masih TK, sambil mengusap-usap wajah dan rambut mamanya.

“Hehehe.. mama pake jilbab bukan karena malu dan takut sama orang sayang. Tapi, karena Allah dan Rasul yang suruh. Rasul mengajarkan .wanita itu harus menutup seluruh badannya kecuali wajah dan tapak tangannya pada orang-orang yang bukan saudaranya.” jawab mama yang masih memeluk anaknya.

“Lho, memang orang-orang itu bukan saudara kita ya ma?” Tanya sang anak lagi.

“Eemm, mereka saudara kita seiman, tapi mereka bukan saudara kita sedarah atau sekandungan..” jawab mama yang masih bingung untuk menerangkan kepada sang anak yang masih TK tentang perbedaan saudara nasab (mahromm) dan saudara seiman.

“Tapi… kenapa Tante Anti enggak pake jilbab?” Tanya sang anak yang polos.

“Mungkin.. Tante Anti enggak takut dan malu sama Allah..” jawab mama lagi.

“Tapi.. orang jadi enggak tahu..kalau mama ade cantik. Mama enggak cantik..kalau pake jilbab.” protes anak yang masih penasaran.

“Hehehe..gini lho sayang..kalau ada wanita cantik, terus tidak memakai jilbab..lalu dia keluar rumah dan semua orang melihat kecantikannya, terus..ada keinginan orang untuk mengambilnya atau tiba-tiba orang itu pingin memiliki wanita cantik itu yang kemudian memaksa wanita itu untuk didapatkannya..gimana dunk..?” cerita mama sambil memperagakan menarik dan memeluk anaknya seolah-olah anaknya itu wanita cantik yang diceritakan mamanya.

“Atau..ada seorang wanita yang tidak cantik..eemm..mungkin kulitnya ada bekas gigitan nyamuk atau gatal2 yang buat tidak sedap dipandang dan jadi mengundang orang untuk mencibir atau menghinanya, ya..jadi lebih baik dipakaikan jilbab aja..jadi..jilbabnya itu menyelamatkan dirinya dari keinginan orang untuk mendapatkan wanita cantik itu, atau jilbab itu juga menyelamatkan dirinya dari orang-orang yang mungkin akan menghina dan mencibirnya..” cerita mama yang masih memeluk anaknya, dan sang anak hanya tersenyum-senyum malu mendengarkan cerita mamanya.

“Tapi..mama pake jilbab, bukan karena untuk menutupi itu semua, dan hanya menurutui apa perintah Allah dan perintah Rasul. Eemm..lagipula mama cantik itu kan menurut ade, karena mama adalah mamanya ade? Coba ade tanya sama teman ade yang lain, pasti mereka akan bilang..kalau mamanya lebih cantik dari mamanya ade..?” jawab mama sambil tersenyum-senyum pada anaknya.

“Enggak koq ma..waktu ayah jemput ade di sekolah, waktu itu Bu Guru Yanti nanya ke ade, “Nada..itu papanya nada ya? Papa nada ganteng ya..cakep.” kata bu yanti. Terus Bu Guru Noer bilang ke Bu Yanti, “Mamanya nada juga cantik, manis lagi” cerita sang anak sambil tersenyum-senyum bangga menceritakan pujian yang disampaikan bu gurunya pada ke dua orang tuanya.

“Eemm..jadi gimana? Apa nanti ade sudah besar mau pake jilbab?” Tanya mama. “Hehe..iya..ade kalau sudah besar, mau pake jilbab seperti mama.” jawab anak sambil mencium mamanya. “Ayo.. sekarang masih mau tidur gak? Tadi katanya ngantuk?”

“Iya dong, mama sayangku, mama cantikku” celoteh anak sambil terus memeluk dan mencium mamanya.

“Hehe..makasih ya..sayangku..cantikku..buah hatiku..” ganti puji mama pada anak sambil mencium dan memeluk sang anak.

Salam

dikutip dari milis FLP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s