Menejemen media massa


KOMUNIKASI”
DI FUNGSI MANAJEMEN STRATEGIS YANG GAMANG! QUO VADIS?

Komunikasi sebagai fungsi manajemen strategis harus berada dalam koaliasi dominan. Artinya, menurut Dra. Elizabeth
Goenawan Ananto, MM, Ph.D. FIPRA, sebagai salah satu pilar manajemen unit ini bertanggung jawab dan harus mempunyai akses langsung kepada top management. Dengan posisinya itu, lanjut peraih gelar Doktor bidang Business
Management yang juga Ketua Umum IPRA hingga tahun 2010 sehingga menempatkannya sebagai President wanita ke 8 dan wakil Negara Ketiga di Asia yang memimpin organisasi profesi dunia ini sesudah India dan Jepang, eksekutif
komunikasi akan terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan dengan memberikan saran atau masukkan yang bersifat strategis.

Berikut kami turunkan tulisan lengkap pandangan pakar sekaligus praktisi komunikasi strategis yang mensyaratkan unit PR harus dipimpin oleh seorang Manager yang paham akan visi perusahaan, dapat berbicara dalam bahasa manajemen dan mampu secara manajerial mengelola komunikasi ini:

Dalam studi Saya tahun 2006, sebanyak 77% dari responden (n = 1.018) menyatakan bahwa praktek public relations di Indonesia dipengaruhi oleh kematangan media massa. Masih ada media yang memberitakan praktek CSR misalnya,
yang keliru dan salah dari segi etika dengan tidak menggambarkan perubahan paradigma praktek komunikasi organisasi yang sudah berkembang jauh baik sebagai ilmu dan praktek. Di sini diperlukan kejelian untuk mencari nara sumber yang kredibel dan up to date, yang mengikuti perkembangan dari isu yang diangkat oleh media, sehingga terjadi proses pencerahan, yang memberikan gambaran futuristik mengenai tantangan dan solusi yang harus diambil.

Strategi bisnis bukan dilakukan oleh unit komunikasi / PR melainkan oleh unit lain dalam manajemen. Sebagai fungsi manajemen, PR bekerjasama dengan fungsi manajemen lain. Jika PR dianggap penting, dia akan ditempatkan di
posisi yang strategis dan kontribusinya terlihat signifikan. Intinya, sejauhmana PR diberikan wewenang/power oleh manajemen untuk ikut dalam proses pengambilan keputusan serta dapat melaksanakan potensinya secara maksimal
akan menentukan signifikan tidaknya kontribusi peranannya dalam mengkomunikasikan strategi bisnis perusahaan.

Fungsi public relations mengendalikan karyawan melalui komunikasi persuasif untuk mencegah mogok, demonstrasi atau tindakan destruktif yang merugikan dan mencemarkan nama baik perusahaan – berapa kontribusi ekonomisnya dalam pengertian opportunity costs yang diselamatkan. Sementara unit PR juga perlu berkomunikasi keluar
untuk dapat meyakinkan publik bahwa perusahaan tetap berjalan secara normal.Jika PR dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis organisasi, dan berhasil mencarikan alternatif solusi dengan melakukan strategi
lobbying dan diplomacy kepada pihak terkait atau dapat memotong jalur birokrasi karena networking yang dilakukan – berapa nilai ekonomis yang diberikan kepada unit ini? Kontribusi yang signifikan tetapi tidak terlihat secara kasap mata ini hampir tidak pernah diukur, bahkan mungkin PR-nya sendiri tidak tahu bagaimana mengukurnya. PR harus dapat berbicara dengan data, bukan asumsi atau perkiraan saja. Hal ini yang merupakan kelemahan praktek PR di Indonesia. Di negara yang sudah maju PR-nya, data merupakan tolak ukur karena riset cenderung merupakan suatu keharusan untuk membuktikan efektivitas dari suatu program.

Keberhasilan program PR harus diukur melalui proses evaluasi atau riset, bahkan untuk menentukan merencanakan program komunikasi apa yang efektif – riset pendahuluan harus dilakukan. Di Indonesia hal ini jarang sekali dilakukan karena berbagai kendala internal, sehingga banyak keraguan terhadap efektivitas program PR yang hanya dianggap sebagai cost/biaya, bukan investasi jangka panjang.

No 3:Fungsi menejemen

Di bawah ini akan dijelaskan arti definisi atau pengertian masing-masing fungsi manajemen – POLC :

1. Fungsi Perencanaan / Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.

2. Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.

3. Fungsi Pengarahan / Directing / Leading
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.

4. Fungsi Pengendalian / Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.

                 Manajemen dengan organisasi

There are no items in this feed.

Organisasi kerja pemerintahan disini termasuk Departemen, kementrian dan juga pemerintahan daerah. Pertama pada saat mendengar organisasi pemerintahan mungkin timbul pertanyaan apakah memungkinkan penerapan knowledge management di … Tentunya jawaban-nya beragam dan sangat tergantung pada unsur leadership di organisasi tersebut. Mengapa saya bilang unsur leadership mempunyai peranan yg sangat penting ? Karena ciri khas di beberapa departement pemerintahan umumnya selalu …

Knowledge sharing yang merupakan salah satu element dari knowledge management melupakan salah satu cara dalam pengumpulan sumber pengetahuhan dalam suatu organisasi. Namun, tanpa disadari banyak sekali pengahalang atau yang disebut … tidak memegang peranan penting dalam sukses atau tidaknya strategi dari KM. Knowledge sharing secara umum sering gagal dikarenakan organisasi sering memaksakan kultur didalam organisasi untuk mengikuti strategi dari KM yang mereka buat. …

Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari ilmu manajemen yang memfokuskan perhatiannya pada pengaturan peranan sumber daya manusia dalam kegiatan suatu organisasi. … Dalam menghadapi situasi lingkungan yang terus berubah menuntut pergeseran peran manajemen sumber daya manusia dari paradigma lama (yang berfokus pada implementasi Fungsi operatif ) menuju paradigma baru (yang berfokus pada empowering human capital dalam menjalankan knowledge management), …

Faktor penentu kesuksesan Knowledge Management Perencanaan anggaran pendapatan dan belanja berbasis laporan keuangan. Pengelolaan bantuan keuangan kelurahan di kota Yogyakarta: Kesiapan Kelurahan dan permasalahannya. Peran sistem teknologi ….. Efek moderasi motivasi dan kultur organisasi pada pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial. ( Pembimbing: Dr. Budi Santoso, M. Bus) Analisis penerbitan Obligasi daerah sebagai salah satu alternatif …

terjadi ketika standar kinerja tidak jelas. Bias Lintas Budaya Tiap penilai memiliki harapan tentang perilaku manusia yang didasarkan pada budayanya. Ketika orang-orang diharapkan untuk mengevaluasi yang lainnya dari kulturPeranan keputusan tentang penilaian kinerja terhadap karyawan harus dijelaskan untuk menekankan kebutuhan akan kejujuran dan obyektif, dan 3. Jika ukuran-ukuran subyektif digunakan, para penilai harus menggunakannya sebagai bagian dari pelatihan. …

Di sisi lain, Zamroni memandang bahwa peningkatan mutu dengan model TQM , dimana sekolah menekankan pada peran kultur sekolah dalam kerangka model The Total Quality Management (TQM). … Peningkatan mutu sekolah, dapat disebut sebagai suatu perpaduan antara knowledge-skill, art, dan entrepreneurship. Suatu perpaduan yang diperlukan untuk membangun keseimbangan antara berbagai tekanan, tuntutan, keinginan, gagasan-gagasan, pendekatan dan praktik. Perpaduan tersebut di atas …

PERANAN KULTUR ORGANISASI PADA KNOWLEGDE MANAGEMENT. Posted by Captain. FILSUF HIDAYAT Graduate Program in Information System Management BINUS UNIVERSITY, NIM: 0832200286 email: oes_lucky@yahoo.com. Abstrak:

There are no items in this feed.

Organisasi kerja pemerintahan disini termasuk Departemen, kementrian dan juga pemerintahan daerah. Pertama pada saat mendengar organisasi pemerintahan mungkin timbul pertanyaan apakah memungkinkan penerapan knowledge management di … Tentunya jawaban-nya beragam dan sangat tergantung pada unsur leadership di organisasi tersebut. Mengapa saya bilang unsur leadership mempunyai peranan yg sangat penting ? Karena ciri khas di beberapa departement pemerintahan umumnya selalu …

Knowledge sharing yang merupakan salah satu element dari knowledge management melupakan salah satu cara dalam pengumpulan sumber pengetahuhan dalam suatu organisasi. Namun, tanpa disadari banyak sekali pengahalang atau yang disebut … tidak memegang peranan penting dalam sukses atau tidaknya strategi dari KM. Knowledge sharing secara umum sering gagal dikarenakan organisasi sering memaksakan kultur didalam organisasi untuk mengikuti strategi dari KM yang mereka buat. …

Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari ilmu manajemen yang memfokuskan perhatiannya pada pengaturan peranan sumber daya manusia dalam kegiatan suatu organisasi. … Dalam menghadapi situasi lingkungan yang terus berubah menuntut pergeseran peran manajemen sumber daya manusia dari paradigma lama (yang berfokus pada implementasi Fungsi operatif ) menuju paradigma baru (yang berfokus pada empowering human capital dalam menjalankan knowledge management), …

Faktor penentu kesuksesan Knowledge Management Perencanaan anggaran pendapatan dan belanja berbasis laporan keuangan. Pengelolaan bantuan keuangan kelurahan di kota Yogyakarta: Kesiapan Kelurahan dan permasalahannya. Peran sistem teknologi ….. Efek moderasi motivasi dan kultur organisasi pada pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial. ( Pembimbing: Dr. Budi Santoso, M. Bus) Analisis penerbitan Obligasi daerah sebagai salah satu alternatif …

terjadi ketika standar kinerja tidak jelas. Bias Lintas Budaya Tiap penilai memiliki harapan tentang perilaku manusia yang didasarkan pada budayanya. Ketika orang-orang diharapkan untuk mengevaluasi yang lainnya dari kulturPeranan keputusan tentang penilaian kinerja terhadap karyawan harus dijelaskan untuk menekankan kebutuhan akan kejujuran dan obyektif, dan 3. Jika ukuran-ukuran subyektif digunakan, para penilai harus menggunakannya sebagai bagian dari pelatihan. …

Di sisi lain, Zamroni memandang bahwa peningkatan mutu dengan model TQM , dimana sekolah menekankan pada peran kultur sekolah dalam kerangka model The Total Quality Management (TQM). … Peningkatan mutu sekolah, dapat disebut sebagai suatu perpaduan antara knowledge-skill, art, dan entrepreneurship. Suatu perpaduan yang diperlukan untuk membangun keseimbangan antara berbagai tekanan, tuntutan, keinginan, gagasan-gagasan, pendekatan dan praktik. Perpaduan tersebut di atas …

PERANAN KULTUR ORGANISASI PADA KNOWLEGDE MANAGEMENT. Posted by Captain. FILSUF HIDAYAT Graduate Program in Information System Management BINUS UNIVERSITY, NIM: 0832200286 email: oes_lucky@yahoo.com. Abstrak:

manajemen umum #

Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah :
1. Pentingnya peran // // manajer
2. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja
3. Tanggung jawab kesejahteraan karyawan
4. Iklim kondusif
Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja.


A.1. Robert Owen (1771 – 1858)

Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan.Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai, dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk.


A.2. Charles Babbage (1792 – 1871)

Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan. Sehingga setiap bekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya.
A.3. Frederick W. Taylor :
Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu
kerja (time & motion studies). Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat
dikorelasikan dengan upah yang diterima. Metode ini disebut sistem upah differensial.
A.4. Hennry L. Gantt (1861 – 1919) :

Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor, yaitu :


1. Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan.
2. Mengenal metode seleksi yang tepat.
3. Sistem bonus dan instruksi.
Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja oleh para pekerja ..


A.5. Frank B dan Lillian M. Gilbreth (1868 – 1924 dan 1878 – 1972) :

Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. Menurut Frank, antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. Menurut Lillian, dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan..
A.6. Herrrington Emerson (1853 – 1931) :
Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah
adanya pemborosan dan inefisinesi. Oleh karena itu ia menganjurkan :
1. Tujuan jelas
2. Kegiatan logis
3. Staf memadai
4. Disiplin kerja
5. Balas jasa yang adil
6. Laporan terpecaya
7. Urutan instruksi
8. Standar kegiatan
9. Kondisi standar
10. Operasi standar
11. Instruksi standar
12. Balas jasa insentif
B.1. Fayol (1841 – 1925) :
Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas :
1. Technical ; kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya.
2. Commercial ; kegiatan membeli bahan dan menjual produk.
3. Financial ; kegiatan pembelanjaan.
4. Security ; kegiatan menjaga keamanan.
5. Accountancy ; kegiatan akuntansi
6. Managerial ; melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas :
– Planning ; kegiatan perencanaan
– Organizing ; kegiatan mengorganiisasikaan
– Coordinating ; kegiatan pengkoorrdinasiian
– Commanding ; kegiatan pengarahann
– Controlling ; kegiatan penngawasaan
Selain hal tersebut diatas, asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah :
– Pembagian kerja
– Asas wewenang dan tanggungjawab
– Disiplin
– Kesatuan perintah
– Kesatuan arah
– Asas kepentingan umum
– Pemberian janji yang wajar
– Pemusatan wewenang
– Rantai berkala
– Asas keteraturan
– Asas keadilan
– Kestabilan masa jabatan
– Inisiatif
– Asas kesatuan
B.2. James D. Mooney :
Menurut James, kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah :
a. Koordinasi
b. Prinsip skala
c. Prinsip fungsional
d. Prinsip staf
C. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 – 1950)
Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan, yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja.
Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu system sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya
bisa lebih tinggi

.
D. Teori Behavioral Science :


D.1. Abraham maslow

Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi.


D.2. Douglas Mc Gregor

Dengan teori X dan teori Y.


D.3. Frederich Herzberg

Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor.
D.4. Robert Blake dan Jane Mouton
Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial.

D.5. Rensis Likert

Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem
manajemen.

D.6. Fred Fiedler

Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan.

D.7. Chris Argyris

Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya.

D.8. Edgar Schein
Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi.Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang,perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi.
E. Teori Aliran Kuantitatif
Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapat
dipertanggungjawabkan keilmiahannya.
Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut :
1. Merumuskan masalah
2. Menyusun model aritmatik
3. Mendapatkan penyelesaikan dari model
4. Mengkaji model dan hasil model
5. Menetapkan pengawasan atas hasil
6. Mengadkan implementasi
Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistik dan komputerisasi
untuk melihat kemungkinan dan peluang sebaai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen.

MENAJEMEN KLASIK :

  1. pngembangan managemen dilakukan oleh teoritis
  2. investasi terbesar adalah karyawan
  3. tenaga kerja diberi pelatihan sesuai oprasi kerja pabrik
  4. karyawan bertanggung jawab atas pekerjaan yang tertentu yang berulang
  5. adanya pembagian keuntungan

MENAJEMEN ILMIAH :

  1. penerapan metode-metode ilmiah pada studi,analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi
  2. seperangkat mekanisme atau tingkat-tingkat untuk meningkatka efisiensi kerja organisasi

MENAJEMEN TRADISIONAL

  1. tidak selamanya atau sepenuhnya menghasilkan efisiensi dan keharmonisan kerja
  2. manager mengalami kesulitan kesulitan dan frustasi karena karyawan tidak selalu mengikuti pola-pola prilaku yang rasional

MENAJEMEN MODERN

  1. manajemen tidak dapat dipandang  sebagai suatu proses tehnik secara ketat
  2. manajemen harus sistematik,dan pendekatan yang digunakan harus secara hati-hati
  3. organisasi sebagai suatu kseluruha dan pendekatan maneger  individualuntuk pengawasan harus dengansituasi
  4. pendekatan motivasi yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap suatu organsasi sangat di butuhkan.

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s