Budaya Nyontek Mahasiswa Saat Ujian

Budaya Nyontek Mahasiswa Saat Ujian

Oleh : Pahrudin

“Nyontek”, mungkin itu bukanlah kata yang baru lagi di telinga kita. Pasalnya kegiatan ini sudah menjadi hal lumrah dikalangan mahasiswa. Walaupun pada dasarnya mencontek tidak hanya identik dengan negatif, karena ada juga mencontek yang dikategortikan positif. Tapi sungguhpun demikian persentase dari kata mencontek adalah lebih banyak menganggap negatif, terutama dikalangan pelajar dan mahasiswa.

Ujian diadakan untuk menentukan hasil dari perkuliahan yang telah disampaikan, apakah mahasiswa paham atau tidak terhadap materi yang diberikan. Tidak jarang pula nilai ujian ini menunjukan kualitas dari seorang mahasiswa. Para mahasiswa tidak akan mau dikatakan bodoh karena nilai ujiannya rendah, oleh karena itu mereka banyak yang melakukan kecurangan, salah satunya dengan mencontek saat ujian. Tindakan yang dapat dikategorikan menyontek ada beberapa bentuk, antara lain menyalin jawaban teman atau mengintip dari buku catatan ketika ujian, atau menyalin kalimat dari buku cetak tanpa menyebutkan sumbernya saat ujian atau mengerjakan tugas. Selain itu, mahasiswa yang memberi jawaban untuk temannya saat ujian juga masuk kategori menyontek karena membantu kegiatan me nyontek. Dengan demikian, menyontek dapat dikategorikan sebagai kecurangan akademik yang serius karena melanggar integritas akademik.

Tentang mengapa mahasiswa melakukan kecurangan akademik, berikut beberapa alasan berdasarkan survei pada beberapa mahasiswa:

1. Tidak sempat belajar. Nah ini adalah alasan paling klasik yang sering kita dengar. Alasan mereka karena terlalu sibuk kerja lah, di organisasi lah, sibuk ngurus ini lah itu lah, sehingga tidak ada lagi waktu untuk belajar.

2. Karena nonton piala dunia, ini alasan bagi pecinta bola terlebih saat ini. Karena keasyikan nonton bola sehingg mereka telat tidur dan bangun kesiangan.

3. Kurang Pede dengan jawaban sendiri, sehingga mencari perbandingan dengan jawaban teman-teman yang lain.

4. Mempererat pertemanan. Karena tidak mau dinggap sok pintar oleh teman-temannya maka ia juga akan ikut mencontek, demi solidaritas katanya.

5. Malas mikir, bisa jadi karena tidak paham ataupun soal yang terlalu susah, sehingga mengambil jalan pintas dengan nyontek.

6. Pengawas yang kurang ketat dalam menjaga saat mahasiswa sedang melaksanakan ujian. Faktor kesempatan ini juga mendorong mereka untuk mencontek, dan banyak lagi alasan lain yang menyebabkan mahasiswa mencontek.

Ada beberapa cara menurut saya untuk menghilangkan budaya mencontek ini. Diantaranya dengan menerapkan sanksi yang berat kepada mereka yang ketahuan mencontek. Selama ini mungkin sanksi yang diterapkan terlalu ringan buat mereka, seperti hanya ditegur, hanya disuruh mengulang ujian. Mereka akan jera ketika sanksi yang diberikan kepada mereka lebih berat, sehingga itu bisa menjadi pelajaran bagi mereka kedepan. Seperti dengan cara menggagalkan ujian mereka alias tidak meluluskan mereka pada mata kuliah tersebut. Di sekor beberapa bulan bahkan dikenakan denda bagi mereka. Karena ternyata faktor sanksi sangat berpengaruh terhadap upaya untuk menghilangkan budaya mencontek ini. Sehingga berdampak jera bagi mereka. Melakukan pengawasan yang ketat saat ujian juga mendukung dalam membrantas budaya mencontek. Banyak belajar, percaya diri dan selalu berdoa. Itulah usaha-usaha ampuh menurut saya untuk menghilangkan budaya nyontek dikalangan mahasiswa.

One response to “Budaya Nyontek Mahasiswa Saat Ujian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s