Teknik Siaran Radio: Sebelum Menjadi Penyiar

JADI penyiar radio itu asyik lho! Fun banget! Penyiar leluasa berekspresi diri (self expression) yang merupakan salah satu sumber kebahagiaan. Penyiar juga populer dan punya banyak teman dan fans!

Bagi Anda yang berminat terjun ke dunia radio, menjadi penyiar, banyak hal yang harus diketahui dan dikuasai. Jadi, untuk menerjuni profesi penyiar tidak cukup dengan modal suara bagus atau “suka ngomong”.

Penyiar butuh skill dan wawasan khusus, yakni keterampilan berbicara di depan mikrofon dan “tahu banyak” soal dunia radio dan khususnya stasiun radio Anda. Di sinilah perlunya mengikuti diklat siaran radio dan “training internal” begitu Anda diterima menjadi penyiar.

Di situs wikihow.com kita bisa temukan langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk menjadi seorang penyiar. Pertama-tama, kita pilih salah satu stasiun radio sebagai “target lamaran”. Lalu, kenali sejumlah hal penting mengenai radio tersebut, seperti tipe pendengarnya, sejarahnya, format musik atau jenis-jenis lagu yang biasa diputar, dan sebagainya.

Langkah-langkah

1. Siapkan dan kirimkan surat lamaran Anda. Sertakan CV dan rekaman simulasi siaran Anda (sample voice). Dalam rekaman itu, tunjukkan “on-air skills” Anda, seperti kepribadian Anda, kemampuan wawancara, membaca berita, dan sebagainya.

2. Ana beruntung jika punya akses ke ruang produksi sebuah radio, radio kampus atau radio komunitas misalnya, untuk simulasi siaran dan merekamnya. Jika tidak, siaran saja di kamar dan rekam.

3. Kenali radio Anda. Jika Anda sudah diterima sekalipun, kenali lebih dalam lagi radio Anda: format musik, target pendengar, program-program, sejarah, dan profil pendengarnya.

4. Mengenali pendengar sangat penting. Pasalnya, begitu di ruang siaran, Anda harus berbicara sesuai dengan gaya bicara mereka dan membicarakan hal-hal yang menarik bagi mereka. Misalnya, Anda siaran di radio dengan segmen pendengar 30 tahun ke atas, Anda tentu tidak akan berbicara dengan gaya slang, anak muda, juga tidak akan bicara soal games terbaru

5. Knowing the equipment. Kenali peralatan di ruang siaran dan cara kerja atau cara penggunaannya. Misal, bagaimana mengoperasikan mixer selama siaran, software music player, dan sebagainya. Di sinilah perlunya “inhouse training”. Biasanya, manajer program akan “menduetkan” Anda dengan penyiar senior sebelum Anda “dilepas” siaran sendiri. (Error! Hyperlink reference not valid.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s